Apa yang tidak dimiliki Sumatera Utara? Memiliki danau terluas se-Asia Tenggara, wilayah laut yang mencapai 60% wilayah daratan, tanah yang subur, gunung yang menjulang tinggi, tambang emas, semuanya dimiliki oleh provinsi ini. Namun, kekayaan alam ini tak lantas menyejahterakan masyarakatnya, tak juga membuat provinsi ini berdiri lebih unggul dibanding provinsi lainnya di Indonesia, bahkan dalam beberapa hal masih jauh tertinggal.

Mengapa? Karena hasil kekayaan alamnya sulit dimanfaatkan untuk menyejahterakan rakyatnya, karena jalan yang rusak dan akses menuju ke tempat tujuan sangat sulit digapai. Alhasil, produk hasil nelayan, petani, bahkan keindahan pariwisata hanya ibarat hikayat masyarakat setempat yang tidak bisa dijangkau sebagai sektor pendongkrak ekonomi.

Miris memang, ketika 584 KM jalan yang menghubungkan seluruh Kabupaten/Kota di Sumut masih banyak yang rusak atau berlobang sehingga menghambat proses pengiriman hasil laut dan tani. Atau ketika, keindahan ombak Pantai Sorake tidak bisa dinikmati wisatawan asing, karena penerbangan yang terbatas menuju Bandara Binaka. Atau malah keindahan Danau Toba atau Tanah Karo tidak menghasilkan bagi masyarakat setempat karena pengelolaannya yang tidak cukup baik.

Sungguh apabila dikembangkan, potensi-potensi ini dapat mendongkrak perekonomian warga Sumatera Utara. Ketika semuanya mulai menjadi mudah, tidak akan ada lagi angka 34,5% jumlah putus sekolah di Sumatera Utara. Atau mungkin laporan pengidap gizi buruk di sini.

Mengapa provinsi ini seakan masih berjalan di tempat? Sebab, pemimpin terdahulunya sibuk dengan dirinya sendiri. Hingga, tak sempat memikirkan hal-hal krusial yang telah membuat warganya lelah.

Lalu, ketika memasuki tahun politik ini, apakah warga Sumut masih ingin berada dalam situasi yang sama seperti sebelum-sebelumnya? Selamanya bertindak masa bodoh, ketika para petingginya mulai merampas habis kekayaan tanahnya. Ketika apa yang seharusnya bisa menjadi sumber pemasukan provinsi, malah teronggok seakan tidak bertuan.

Untuk itu Djarot-Sihar hadir untuk tidak sekedar memberikan harapan palsu kepada masyarakat, namun lebih memberi tindakan nyata yang mampu menjawab kebutuhan warga Sumut untuk berubah ke arah yang lebih baik. Dengan langkah yang matang melalui programnya, Djarot-Sihar menawarkan sebuah gambaran mengenai cita-cita mereka, membuat provinsi ini bergerak untuk kemudian mengungguli atau mungkin sejajar dengan provinsi lainnya.

Pembangunan infrastruktur mulai dari peningkatan kualitas jalan dan jembatan, termasuk akses menuju tempat wisata seperti Jalan Lingkar Danau Toba, Jalan Lingkar Nias, Jalan Raya Lintas Timur, Jalan Raya Lintas Barat, dan sebagainya akan dikerjakan mereka dalam tempo waktu dua tahun kepemimpinan.

Selain itu akses transportasi seperti pelabuhan dan bandara akan mendapatkan revitalisasi atau peremajaan agar distribusi barang ekspor atau kehadiran wisatawan dapat dengan mudah dituju. Tentu saja, hal ini juga dibarengi dengan peremajaan wilayah-wilayah wisata seperti Danau Toba, Nias, Karo, Bukit Lawang, dan Pantai Timur seperti pembangunan hotel dan resort serta pembenahan objek wisata.

Tak lupa, pasar sebagai tempat terjadinya transaksi jual beli, akan direvitalisasi untuk memperkuat daya saing pelaku Usaha Kecil Menengah ini.

Hal ini tentunya juga akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat, sehingga diperlukan kreativitas untuk mencapainya. Sejalan dengan program ini akan sering diadakan pelatihan dan juga modal untuk menumbuhkan semangat para petani, nelayan, bahkan pelaku industri kreatif.

Selain pembangunan infrastruktur, pembangunan fasilitas umum yang bertujuan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia akan dilakukan. Seperti menciptakan sekolah unggulan sebanyak 5 SMA dan 5 SMK yang akan tersebar di seluruh wilayah Sumatera Utara. Serta pembangunan Pusat Olahraga Terpadu, di stadion tidak hanya dapat digunakan sebagai tempat olahraga sepak bola tetapi juga volly, basket, dan cabang olahraga lainnya.

Tentunya hal ini juga akan dibekali dengan hal-hal yang mendorong warga Sumatera Utara untuk berani berkreasi tanpa mengenal hambatan. Seperti akan diberikannya beasiswa untuk perguruan tinggi sebanyak 3000 orang untuk S1, 1200 orang S2, dan 500 S3.

Dengan perencanaan program yang sedemikian matang, kerinduan warga Sumut untuk melangkah selangkah lebih maju akan segera tercapai. Tunggu apalagi, pilih yang memang benar teruji secara kualitas melalui program. Orang cerdas, pilih pemimpin yang cerdas!