Saat melakukan silaturahmi dengan para Pengurus Nahdlatul Ulama Wilayah Sumatera Utara, Cagub Djarot Syaiful Hidayat berkisah tentang asal usul orang tuanya.

Menurut Djarot, ayahnya berasal dari kawasan yang mayoritas Ahlussunnah Waljamaah.

“Ayah saya itu dari Plampitan, tetangganya Pak Cokroaminoto, Gurunya Bung Karno,” ujarnya kepada unsur Nahdlatul Ulama Sumatera Utara, Kamis (15/2/2018).

Tak hanya itu, Djarot juga mengemukakan dirinya diangkat sebagai anak oleh Tokoh Nasional , Ruslan Abdulgani. “Saya diangkat anak dengan Pak Ruslan Abdulgani dan menjadi bagian dari keluarga,” katanya.

Maka dari itu menurut Djarot, ia menjadi kesatuan tak terpisah dari warga Nahdiyin. “Kedatangan saya ke sini juga sekaligus sowan dan silaturahmi kepada saudara-saudara nahdiyin,” katanya.

Dalam acara yang diselenggarakan di Jalan Sei Batanghari Medan itu, Djarot banyak berbincang dan mendengar aspirasi dari kalangan NU. “Saya akan memperhatikan nasib para guru, petani, buruh dan nelayan. Agar pendidikan kesehatan dan kesejahteraan terjamin,” katanya.

Tak hanya itu, salah seorang pengurus NU Sumatera Utara bertanya kepada Djarot perihal kendaraan tiga yakni becak. “Jika Pak Djarot nanti terpilih, apakah becak dari Jakarta akan datang ke sini?” tanya pengurus ormas Islam terbesar di Indonesia itu.

Lalu Djarot menanggapi santai pertanyaan tersebut. Menurutnya, becak di Sumut lebih canggih karena sudah pakai sepeda motor. “Di sini kan sudah ada betor yang kebuh canggih. Saya tidak setuju di Jakarta dibolehkan lagi becak karena itu jelas melanggar perda dan norma kemanusiaan,” ungkapnya.

Menurut Djarot, kendaraan roda tiga itu dapat menyebabkan kaum urban datang ke ibukota dengan jumlah yang masif.