DJOSS.ID – Sihar P. H. Sitorus bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat Gunung Sitoli di Hotel Kaliki, Gunung Sitoli, Senin (1/4). Sihar terlebih dahulu mengucapkan terimakasih atas dukungan yang diberikan kepada Djarot-Sihar oleh masyarakat Gunung Sitoli pada Pemilihan Gubernur Sumatera Utara yang lalu.

Dalam sambutannya Sihar mengungkapkan ada 3 masalah-masalah mendasar yang menghambat Nias bisa berkembang. Masalah utama yang mesti dibenahi adalah kesehatan, pendidikan, dan pendapatan.

Mengenai pendidikan seperti saat bertemu dengan umat Katolik Paroki Santa Maria di Gunung Sitoli sebelumnya, Sihar sudah berencana membuka perguruan tinggi di Nias. Dirinya telah berkoordinasi untuk melakukan survei membuka cabang universitasnya di Nias.

Dirinya juga menyoroti masalah ekonomi di Nias. Banyak yang menyerukan bahwa potensi pisang di Nias cukup melimpah. Sihar sampaikan bahwa masyarakat harus semakin kreatif dalam mengolah potensi-potensi itu agar memiliki nilai jual.

“Kita tahu pisang itu dapat tumbuh dimana saja, hari ini kita bisa kirim pisang ke luar kota karena di sana belum tumbuh, tapi esok lusa bisa saja pisang sudah tumbuh di sana. Kita harus antisipasi itu dengan sekreatif mungkin mengolah pisang agar menjadi minimal barang setengah jadi yang dapat jadi ciri khas Nias,” ujar Sihar.

Ia juga menyinggung potensi alam Nias yang begitu luar biasa, hal ini harusnya mampu membawa kemajuan bagi pulau ini. “Mungkin ini PR besar bagi pemerintah untuk menemukan potensi-potensi Nias yang dapat mensejahterakan masyarakatnya. Nias punya pantai-pantai indah yang mungkin tidak dimiliki daerah-daerah lain, yang tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bagi Nias,” ujar Sihar.

Selanjutnya dalam sesi pertanyaan, Sihar disuguhi pertanyaan oleh salah satu hadirin mengenai kehadiran dirinya di Nias jika terpilih nantinya. “Bagaimana pertanggungjawaban bapak jika terpilih nantinya kepada Nias, apakah bapak akan datang 5 tahun sekali seperti caleg pada umumnya, yang hanya datang saat akan minta dipilih?,” ujar peserta.

Sihar menjawab pertanyaan tersebut dengan dua fakta bahwa dirinya tidak mungkin hanya datang 5 tahun sekali ke Nias. Ada dua alasan mengapa saya tidak mungkin hanya 5 5 tahun sekali ke Nias.

“Pertama, orang tua saya sudah diberi marga Telaumbanua disaksikan ribuan masyarakat Nias yang artinya sudah tugas sayalah untuk turut mengemban marga tersebut karena Nias sudah menjadi bagian dari diri saya. Kedua, di unit usaha saya, banyak sekali memperkerjakan saudara-saudara dari Nias, maka secara langsung mereka juga akan menarik saya kembali ke sini,” tutur Sihar.