DJOSS.ID, Tiba di Kompleks Pusat Informasi Kaldera Toba, Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir, Sihar P. H. Sitorus disambut tari-tarian Batak oleh remaja Samosir.

Sihar yang hadir dalam acara Borhat-Borhat Sihar P. H. Sitorus sebagai Calon Legislatif DPR RI agar menang menuju Senayan dari perkumpulan marga Limbong dan Sagala. Kedua marga ini secara tarombo (baca: silsilah) merupakan tulang (baca: paman) dari marga Sitorus yang disandang Sihar.

Sihar diberangkatkan secara adat disertai doa dalam menuju Pileg 2019. Seluruh hadirin yang hadir berharap Sihar dapat duduk di kursi legislatif untuk membawa perubahan untuk wilayah Sumatera Utara khususnya Samosir.

“Saya merasa ada kekuatan yang mengalir ke dalam tubuh saya dari tulang dan nantulang yang telah memberangkatkan saya dengan doa-doa baik,” ujar Sihar.

Sihar juga bercerita mengenai Ayahandanya, Sutan Raja D. L. Sitorus yang selalu menanamkan jati dirinya sebagai orang Batak sedari kecil.

“Ayahanda saya, Amang Sutan Raja D. L. Sitorus, sejak saya kecil selalu menceritakan tentang asal usul saya sebagai orang Batak, yang hingga kini mendarah daging di dalam diri saya,” tutur Sihar.

Sebelum hadir dalam acara Borhat-borhat tersebut, Sihar terlebih dahulu mengunjungi Pusat Informasi Kaldera Toba. Sihar disambut Wilmar Simanjorang yang merupakan salah satu tokoh masyarakat Samosir dan juga merupakan Direktur di Pusat Informasi Kaldera Toba.

Wilmar Simanjorang berharap banyak kepada Sihar untuk dapat membawa perubahan untuk Danau Toba. Meski menelan kekecewaan ketika pasangan Djarot-Sihar yang diharapkan nya mampu membawa perubahan tidak menang dalam Pilgubsu, harapannya bangkit ketika Sihar memantapkan langkahnya untuk menuju legislatif.

“Saya sudah lama kecewa sama pemerintahan, dan sudah berharap DJOSS mampu membawa perubahan baru untuk Danau Toba. Namun, bagaimana Tuhan berkata lain dan saya berharap Sihar mampu mewujudkannya di kursi legislatif,” tutur Wilmar.

Selain berkeliling Pusat Informasi Kaldera Toba, Wilmar juga mengajak Sihar melihat tanaman-tanaman endemik Danau Toba di sekitar wilayah Pusat Informasi Kaldera Toba. Meski harus melewati semak dan rumput yang tinggi, Sihar tetap bersemangat mengikuti Wilmar untuk melihat tanaman-tanaman tersebut.