Patricia Siahaan, istri Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus memiliki pandangan lain soal Kartini. Wanita berdarah Batak ini, memandang Kartini lebih dari sekedar penggerak emansipasi bagi wanita.

“Kalau untuk saya Kartini itu, bukan hanya sekedar emansipasi, untuk saya itu suatu modernisasi,” ujar Patricia Siahaan, istri Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus.

Bagi Patricia, berkat Kartini wanita menjadi memiliki landasan berfikir wanita untuk lebih maju dalam bertindak dan bersikap. Bukan berarti wanita harus berjalan lebih maju atau lebih mundur, namun menjadi pengiring yang sejajar dengan pria.

Maju bukan berarti meninggalkan tradisi, begitulah menurut Patricia. Meski dikenal sebagai wanita modern, Patricia memandang dirinya kerap kali masih menggunakan tradisi dalam perannya sebagai istri dan ibu bagi anak-anaknya.

“Saya orang batak, saya amat mengagumi, melihat esensi dalam etnis batak. Walaupun banyak yang bilang cara batak itu lama (kuno). Tapi harus dilihat esensinya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Patricia mengimbau wanita Indonesia agar tidak meninggalkan identitas kebudayaannya. “Semakin maju seseorang maka harus semakin mengingat dia berasal dari mana. Ingat dasar-dasarnya,” ujarnya.

Ibu dari dua orang anak tersebut juga memaknai Kartini sebagai pemicu para wanita modern untuk berkarya dan berjuang. “Perempuan harus tetap ingat dengan perjuangan pemikiran Kartini yang menerobos batas-batas konservatif dan mengangkat derajat perempuan,” tuturnya lagi.

Untuk itu, Patricia berharap wanita Indonesia khususnya wanita Sumut, jangan pernah takut untuk melakukan sesuatu yang dinilai mampu membawa perubahan. Baginya, wanita juga memiliki kapabilitas sebagai penggerak bagi perubahan di Sumatera Utara.