Calon Gubernur Sumatera Utara nomor urut 2 Djarot Saiful  di tengah-tengah kunjungannya ke Kabupaten Padang Lawas Rabu (7/03), menyempatkan diri menjadi pemateri pada acara Latihan Kepemimpinan Kader Dasar (LKKD) Dewan Pimpinan Cabang PPP  Kabupaten Padang Lawas.

Mantan Walikota Blitar ini memberikan komentar terkait dinamika politik Sumatera Utara. Dia mengaku tidak khawatir menghadapi rombongan koalisi dalam jumlah besar.

“Kita ini ibarat sistem suit, mereka koalisinya banyak seperti gajah, kita hanya dua partai, kecil seperti semut.
Jadi semut melawan gajah, tetapi semutlah yang menang,” ujarnya.

Menurut dia, lebih baik berkoalisi dengan rakyat karena sejatinya pemimpin mengabdi untuk rakyat.

“Mereka akan sulit menghadapi koalisi semut merah dan semut hijau ini. Karena apabila sudah masuk ke telinga gajah, gajahpun mati,” ujarnya berseloroh.

Sontak candaan Djarot tersebut disambut tepuk tangan riuh oleh para hadirin.

Dilansir dari Tribun news, ketika ditanya apa motivasi mantan Gubernur DKI Jakarta memimpin Sumut yang notabene bukan putra daerah, pria berkumis itu menjawab tegas.

“Saya memang tidak bermarga ngapain saya ngaku-ngaku, tetapi saya adalah Indonesia. Saya mengabdi untuk saudara-saudara di sini, banyak orang batak yang berhasil di Jawa. Ara Sirait misalnya terpilih DPR RI dari daerah Jawa Barat,” katanya.

Ia memberitahu pemimpin bukanlah penguasa, yang suka menindas dan menghardik.

“Beda pemimpin menjadi panutan, sedangkan bos memberikan rasa takut kepada pengikutnya,” katanya.

Djarot juga menepis isu bahwa dirinya akan menjadi menteri setelah terpilih nanti.

“Sebelum awal penugasan saya ke sini, ada tawaran untuk menjadi menteri. Lalu kalau mau menjadi menteri, sudah dari dulu jadi menteri. Ngapain harus repot-repot datang ke sini?” ungkapnya.

Pada kesempatan itu Djarot juga menegaskan akan memperbaiki infrastruktur Sumut dalam lima tahun ke depan, akses kesehatan serta akses pendidikannya.