Beberapa pekan terakhir warga Sumatera Utara dihebohkan dengan video Mars Eramas. Dalam video berdurasi lebih kurang satu menit itu menampilkan cuplikan seorang laki-laki yang sedang bernyanyi mendukung calon nomor urut satu Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (ERAMAS). Namun, pengambilan gambarnya dilakukan di area Posko Pemenangan Djarot-Sihar, Jalan Cipto  No. 4, Kota Medan dan sama sekali tanpa seizin pihak Posko DJOSS.

Namun hal ini tidak terlalu diambil pusing oleh para relawan Djarot-Sihar. Menurut mereka, tindakan seperti itu sama sekali tidak mengurangi elektabilitas Paslon yang mereka usung yakni Djarot-Sihar, sebaliknya oknum tersebut malah mempermalukan Paslon yang mereka usung sendiri.

“Tidak masalah, selama tidak melakukan tindakan yang anarkis dan menjelek-jelekkan Paslon. Mungkin mereka tidak punya posko untuk buat video klip, maklumi saja,” tutur Mercy salah satu relawan.

Daripada melakukan hal-hal tidak masuk akal seperti itu, sebaliknya para relawan Djarot-Sihar malah membuat aksi-aksi positif. Beberapa kali diberitakan penyaluran bantuan kepada korban Sinabung, Dairi, dan pasar belakang Sibolga.

“Menaikkan pamor Paslon tidak perlu dengan menjelekkan Paslon lain. Justru hal itu menunjukkan kelemahan kita. Paslon dan relawan harusnya bersinergis melakukan hal-hal positif untuk memajukan Sumut, hal-hal konyol serupa anggap saja angin berlalu,” tambah Mercy.

Benar, fokus Paslon adalah kemajuan Sumatera Utara. Bukan kemampuan pribadi dirinya. Meski begitu, adapula relawan yang merasa hal ini perlu ditindak tegas. Salah satunya datang dari Yesica Seniati, tindakan ini telah dilaporkan ke Bawaslu agar kejadian serupa tidak terjadi.