Sebentar lagi umat Muslim akan memasuki Bulan Suci Ramadhan, ada banyak persiapan yang dilaksanakan memasuki bulan penuh ampunan ini. Salah satunya tradisi ziarah ke makam keluarga yang telah lebih dulu menghadap sang pencipta.

Tidak terkecuali Djarot Saiful Hidayat, ditemani istri dan keluarga Djarot melaksanakan tradisi nyadran, yakni tradisi masyarakat Jawa menjelang Bulan Suci Ramadhan berupa pembersihan makam, tabur bunga dan kenduri keselamatan di makam. Djarot melaksanakan nyadran pada makam orang tuanya di Surabaya, Senin (14/05).

Uniknya, tahun ini Djarot tidak hanya ditemani keluarganya, tetapi juga Sihar Sitorus, wakilnya dalam Pilgubsu 2018. Sihar turut bersama istrinya, Patricia Siahaan dan anak bungsunya, Gamaliel Sitorus tampak setia menemani aktivitas Djarot.

Sihar percaya kegiatan seperti ini, dapat mempererat hubungan keluarga antara dirinya dan Djarot, dimana sebelumnya Djarot Saiful Hidayat juga menemani Sihar Sitorus berziarah ke makan orang Tua Sihar di Parsambilan beberapa waktu lalu.

“Budaya dan agama mengajari kita untuk menghormati orang tua. Berziarah ini adalah bukti kita menghormati orang tua kita. Kami berdua, saya dan Pak Djarot juga sudah menjadi orang tua. Kelak suatu zaat nanti anak-anak kami akan berganti peran seperti ini,” ujar Sihar.

Bagi Sihar, tradisi nyadran atau ziarah  ke makan orang tua adalah tradisi baik yang harus dilestarikan, terutama di zaman yang sudah serba modern ini, banyak anggota keluarga yang tinggal berjauhan.

“Sekarang ini tinggal berjauhan adalah hal yang lazim, jadi dengan tradisi seperti ini. Maka yang tingal berjauhan akan kembali datang dan berkumpul bersama,” tutur Sihar.

Selain ke makam orang tua Djarot, paslon nomor urut dua ini juga ziarah ke makam KH Ridlwan Abdullah, pencipta lambang Nahdhatul Ulama (NU), yang oleh masyarakat setempat juga diberi gelar ‘Kyai Keliling’, atau Kyai yang menjalankan kewajiban mengajar dan berdakwah dengan keliling dari satu tempat ke tempat yang lainnya.