Menanggapi pemberitaan di media online “Dianggap Tidak Mengakomodir Generasi Muda, GMB Tarik Dukungan dari Djoss dan Alihkan ke Eramas” http://medan.tribunnews.com/2018/05/29/dianggap-tidak-mengakomodir-generasi-muda-gmb-tarik-dukungan-dari-djoss-dan-alihkan-ke-eramas, pembina (Demi Anak Generasi) DAG Sumut James Situmorang angkat bicara,

Ditemui di salah satu warung kopi Padang Bulan Medan, James menjelaskan bahwa statement dari ketua DPP GMB Andrew Simatupang tidaklah benar.

“Statement dari ketua DPP GMB Andrew Simatupang itu tidak benar, DJOSS selalu mendukung semua kegiatan relawan apalagi kaula muda, jikalau disitu ada transparansi,namun, sepertinya hanya topeng saja relawan, tapi tujuan sesungguhnya mungkin sebagai kerjaan tambahan untuk menutupi keperluan dapur dan ini bisa kita lihat dari caranya,” kata James Situmorang selaku pembina DAG Sumut Rabu (30/05/18) Pukul 01.00 Wib disalah satu warung kopi Padang Bulan Medan.

 

James juga menambahkan peralihan dukungan ini syarat dengan kepentingan pribadi bukan murni sebagaimana relawan pada umumnya.

“Awal mendukung Djoss lalu beralih ke Eramas, karena program-programnyanya tidak ditanggapi oleh pimpinan Relawan (karena uang) terus suka-sukanya pindah kesana kemari. Mudah-mudahan dia dapat disana nantinya,” tambah James.

Pria berkulit putih ini juga menjelaskan bahawa sebelumnya Andrew Simatupang merupakan bagian dari DAG dan sempat menduduki jabatan sebagai humas di DPD DAG Sumut namun banyak tindakan yang menyalahi AD/ART, Andrew dikeluarkan dari DAG, dan membentuk GMB.

” Andrew Simatupang itu pernah menjadi anggota DAG dan bahkan sempat menduduki jabatan sebagai humas di DPD DAG Sumut namun banyak tindakannya yang menyalahi AD/ART, maka Andrew dikeluarkan dari DAG, setelah dikeluarkan dari DAG dia membentuk GMB,” tambah James.

James juga menjelaskan bahwa  Djoss sangat peduli dengan kaum muda kreatif, apalagi dibidang musik, industri film dan seni, hal inilah yang membuat beberapa organ mendukung Djoss bertambah semangat dalam memenangkan paslon no urut 2 ini dalam memimpin Sumatera Utara kedepannya,
“Bagaimana mungkin DJOSS tidak mendukung kreatifitas kaula muda buktinya beberapa relawan sudah banyak melakukan kegiatan untuk anak muda yang diakomodir oleh DJOSS. Contohnya Relawan Djuara, membuat suatu kegiatan dengan tema ‘Yang Muda Yang Bercakap’, ada juga Organ Relawan ‘Garasi Djoss’ yang merupakan sebuah gerakan Pemuda/i yang menggerakkan kreatifitas positipnya untuk anak-anak muda,”tutupnnya.