Suasana haru terjadi ketika Sihar Sitorus menghadiri pemeriksaan kesehatan gratis yang diadakan oleh Relawan Perempuan Djoss For Sumut di Kampoeng Tanjung Gusta, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (04/14). Seorang ibu bernama Nurhaya, tiba-tiba menangis tersedu-sedu setelah melakukan pemeriksaan kesehatan.

Sihar yang turut memperhatikan pemeriksaan tersebut, langsung menghampiri ibu tersebut. Dihampiri calon Wakil Gubernur Sumut nomor urut dua tersebut, Nurhaya semakin menangis. “Saya takut Pak, kami ini orang miskin. Anakku yang paling kecil masih sekolah, itupun sekolah gratis yang masuk tiga kali seminggu,” ucap Nurhaya sambil terbata-bata.

Sihar pun menepuk pundak Nurhaya, seraya menanyakan beberapa pertanyaan dan menghibur sang ibu. “Suamiku sudah meninggal dua tahun lalu, kalau hasil nya begini bagaimana nasib keempat anak saya,” tambah Nurhaya.

Ternyata hasil pemeriksaan kolesterolnya yang tinggi membuat Nurhaya khawatir tidak bisa membesarkan keempat anaknya. Padahal sejak suaminya meninggal dua tahun lalu, Nurhaya menjadi tulang punggung keluarganya.

Sihar yang mendengar curhatan Nurhaya, kemudian menenangkannya. “Ibu Nurhaya harus jaga kesehatan, jangan makan sembarangan. Untuk pendidikan anak ibu, nanti bilang sama panitia di sini, nanti kita coba bantu,” ujar Sihar.

Menanggapi hal ini, Sihar mengungkapkan pentingnya peran pemerintah provinsi dalam menjamin kesejahteraan masyarakatnya.

“Saya sedih sekali hal seperti ini masih harus terjadi di Sumatera Utara. Ibu ini hanya satu dari sebagian masyarakat Sumut yang mengalami masalah yang sama. Inilah sebabnya pemerintah provinsi harus hadir, memastikan anak-anak dapat pendidikan yang baik, kesehatan terjaga, si ibu juga harus mendapat kesehatan, supaya dapat memelihara anak-anak dengan baik,” tutur Sihar

Lebih lanjut, Sihar menekankan pentingnya Kartu Sumut Sehat dan Kartu Sumut Pintar yang digagas oleh pasangan Djarot-Sihar. “Kita harus pastikan seluruh anak-anak Sumut bisa sekolah dan memperoleh kesehatan,” ujar Sihar.

Nurhaya merasa tenang setelah mengungkapkan isi hatinya kepada Sihar. “Pak baru ini ku tahu nama bapak. Aku bisa merasakan kebaikan dan ketulusan hati bapak. Bapak akan selalu ku bawakan dalam doaku, semoga bisa sukses memimpin Sumut ini,” ujar Nurhaya masih dengan bercucuran air mata.