Saat ditanyai mengenai programnya, tentang mendorong inventasi di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, industri, hilirisasi dan memudahkan regulasi investasi di Sumatera Utara dalam Debat Publik Ketiga Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Selasa (19/06) Djarot-Sihar punya jawaban pamungkas. Dalam kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Santika Dyandra tersebut Djarot mengaku sulitnya investor datang ke Sumatera Utara karena perizinan yang dipersulit.

“Iklim investasi di Sumatera Utara sangat dipengaruhi oleh sistem pelayanan perizinan. Oleh sebab itu kami akan dorong sistem pelayanan perizinan terpadu sehingga tidak ada lagi pungutan-pungutan liar, mempermudah prosedur dan menciptakan iklim keamanan yang baik,” ujar Djarot dalam debat sesi kedua itu.

Apalagi menurutnya dari segi potensi, Sumatera Utara sangat kaya dengan hasil-hasil pertanian, perkebunan, perikanan, pertambangan, bahkan pariwisatanya. Menurut Djarot, secara geografis Sumut juga sangat strategis untuk inventasi, hanya saja sistem perizinannya masih saja dipersulit.

“Sumatera Utara memiliki potensi yang sangat luar biasa  dengan posisi yang sangat strategis secara geografis, maka potensi untuk mendatangkan investasi dari luar sangat terbuka lebar, bisa bergergerak di bidang perkebunan, pertanian, pertambangan mulai dari hulu sampai hilir. Tetapi perizinan nya ini yang harus diperbaiki. Kami sudah mempunyai sistem perizinan terpadu,” tambahnya.

Sihar menambahkan bahwa yang terpenting dalam sebuah investasi adalah kepercayaan. Dirinya yakin, Djarot-Sihar dapat mengembalikan kepercayaan investor.

“Hal ini juga bisa bergantung trust atau kepercayaan dari seseorang. Pasangan Djarot-Sihar ingin mengembalikan kepercayaan investor. Dengan demikian potensi Sumut baik, pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, pertambangan  akan berkembang lebih optimal dari biasanya,” ujar Sihar.

Dalam debat ini diberi kesempatan pasangan lawan yakni Edy Rahmayadi untuk menanggapi. Menurutnya keamanan lebih penting dibanding perizinan. “Saya pikir tadi ngeluarkan kartu hukum, saya coba menanggapi faktor perizinan ini merupakan masalah klasik untuk Indonesia, begitu sulit perizinan di Indonesia ini. Saya tak tahu kenapa mempersulit, salah satunya ada orang-orang disini yang mempersulit itu,” ujarnya.

“Persoalannya yang paling menonjol, karena kami orang sini, kami orang Sumatera Utara adalah keamanan, ini dulu yang perlu kita ini, kalau orang kami bilang jangan terlalu banyak ulok itu. Kalau banyak ulok gak jadi-jadi investasi ini, investor perlu masuk, ketatatenagakerjaan tercipta, sehingga rakyat Sumut dapat bekerja dengan baik kantongnya terisi kata beliau ini, sehingga bisa berbuat kesejahteraan kebahagiaan untuk rakyat Sumatera Utara. Jadi tidak hanya perizinan tapi kita tegaskan keamanan ini lebih penting dari segala-galanya,” jelas Edy panjang lebar.

Hal ini dibalas Djarot dengan rendah hati. “Aduh, Pak Edy, tugas utama pemerintah itu adalah melayani. Pemerintah itu parhobas. Urusan-urusan sulit harus dipermudah.  Oleh sebab itu, perizinan harus mudah. Tadi saya sudah sampaikan, kalau perizinan mudah dan pemerintah melayani investor denganhati dan jujur saya yakin investor akan turun. Jadi sudah saya sampaikan keamanan penting, karena investasi akan hidup subur apabila wilayah aman. Dan saya yakin warga Sumut ini cukup sigap dan toleran untuk membangun rasa aman itu,” jelas Djarot lagi.

Mengenai keamanan Sihar meyakini keamanan di Sumut masih sangat kondusif.  “Kembali lagi pak Edy mengatakan keamanan, seolah-olah keamanan di Sumatera Utara ini sudah sangat rendah. Kami masih percaya keamanan di Sumatera Utara itu masih sangat baik,” timpal Sihar.