Berbeda dengan calon gubernur pada umumnya, Djarot Saiful Hidayat mengaku lebih fokus terhadap pembangunan daerah-daerah pinggiran dibanding perkotaan. Hal ini dibuktikan dengan beberapa kali kunjungannya, Djarot memilih mengunjungi daerah-daerah terpencil. Salah satunya kunjungan ke Desa Sonomartini, Kecamatan Kualuh Hulu, sebuah desa terpencil di pedalaman Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Jumat (09/03).

Menurut calon Gubernur Sumatera nomor urut dua tersebut, diperlukan pemerataan pembangunan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Hal ini yang belum ditemukan Djarot di Sumatera Utara, masih ada ketimpangan pembangunan antara wilayah desa dan kota.

“Kita ingin desa tertinggal diutamakan, sehingga pembangunan merata di seluruh Sumatera Utara,” tutur mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Menurutnya, cara paling efektif untuk mengetahui kondisi dan keluhan warga adalah terjun langsung ke masyarakat. Dengan begitu, Djarot dapat melihat konsep apa yang kemudian dapat ia terapkan demi kemajuan Sumatera Utara lima tahun ke depan.

Termasuk konsep pembangunan yang dimulai dari daerah pinggiran, sebagaimana program pemerintah pusat, termasuk dalam hal alokasi dana desa, apabila dialokasikan dengan tepat maka pembangunan akan berjalan cepat.

Djarot sendiri yang telah berpengalaman dalam dunia birokrasi, pernah mendapat Penghargaan Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah pada tahun 2008, atas prestasinya menata dan mendongkrak perekonomian Blitar, saat menjabat sebagai walikota di sana.