Mengunjungi Rantau Parapat tidak lengkap rasanya jika tidak ngopi di Kedai Kopi Akur. Hal ini yang kemudian membawa Djarot dan Sihar, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, menghabiskan pagi di Kedai Kopi Akur, Jl. Ahmad Yani Rantau Parapat, Sabtu (10/03).

Kedai kopi ini menjadi salah satu ikon Rantau Parapat, karena telah berdiri sejak tahun 1928. Rasa kopi yang khas dan roti bakar yang lezat menjadi daya tarik tersendiri bagi kedai kopi ini.

Namun berbeda dengan Djarot, duduk di kedai kopi ini mengingatkannya soal kata akur yang bermakna kerukunan. Memasuki tahun politik, terutama menghadapi Pilgubsu, Djarot berharap semua lini dan masyarakat akan akur-akur saja.

“Makanya saya minta, Pilkada kita akur-akur sajalah. Gimana caranya akur? Ya minum kopi akur kalau ke Rantau,” canda Djarot.

Djarot berharap persaingan dalam Pilkada ini, tidak dengan saling menjatuhkan. Namun, bersaing melalui program-program yang dapat memajukan Sumatera Utara.

“Saya minta betul, dalam Pilkada ini, kita harusnya akur. Mari kita bertanding dengan mengedepankan program. Jangan menebarkan kebencian, karena kita Indonesia yang termasuk bangsa yang akur-akur saja,” tutup Djarot.