Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus mengangkat konsep Panggung Rakyat DJOSS untuk kampanye akbar perdana mereka di Lapangan PSBD, Kisaran, Kabupaten Asahan, Minggu (29/04).

Djarot membuka orasinya dengan pertanyaan berbahasa Jawa kepada hadirin. “Nang kene akeh wong Jowo? Akeh wong Batak? Akeh wong Melayu? Akeh wong Aceh? (Banyak orang Jawa di sini? Orang Batak? Orang Melayu? Orang Aceh?),” ujar Djarot yang kesemuanya dijawab massa dengan,”Akeh (banyak)!”

Djarot langsung masuk kepada poin penting yang ingin disampaikannya. “Makanya saya hijrah ke sini toh, sebab aku wong Indonesia, saya orang Indonesia, yang berhak mengabdi dimanapun di negeri ini, untuk memajukan Indonesia, memajukan Sumatera Utara,” ujar Djarot Saiful Hidayat.

Orasi ini langsung disambut tepuk tangan meriah ribuan peserta Panggung DJOSS yang hadir pada saat kegiatan berlangsung. Seakan membakar semangat massa, mereka turut pula meneriakkan “Hidup DJOSS!”secara berulang-ulang.

Hal ini disampaikan Djarot atas isu gubernur impor yang menyerang dirinya. Djarot menegaskan bahwa dirinya memang orang Jawa, yang merupakan bagian dari bangsa Indonesia. Sebagai bangsa Indonesia Djarot merasa berhak dan berkewajiban untuk memajukan Indonesia di wilayah manapun, dan ia memilih Sumatera Utara.

Acara yang menghadirkan artis ibukota seperti Maria Idol dan D’masiv ini, sukses membuat Lapangan PSBD Kisaran penuh dengan manusia. Seperti nama yang diusung, yakni Panggung Rakyat DJOSS, acara ini sukses membuat seisi lapangan merasakan kepemilikan terhadap Djarot-Sihar.

Djarot juga menyampaikan bahwa kehadirannya di Sumatera Utara bersama Sihar Sitorus tak lain dan tak bukan adalah untuk membangunkan kembali Sumatera Utara yang telah lama terlelap. “Kenapa harus mengabdi disini? Karena kami akan membikin Sumatera Utara berubah, dari Semua Urusan Mesti Uang Tunai menjadi Semua Urusan Mudah dan Transparan,” tutur Djarot.

Djarot juga meminta massa yang hadir untuk bijak dalam memilih. Ia berharap masyarakat Sumut dapat memilih pemimpin yang telah berpengalaman dan teruji dalam dunia pemerintahan.