Jumat (13/04), Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus, Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara yang sedang menyapa relawannya di Posko Pemenangan Djarot-Sihar, Jl, Dr. Cipto no. 4 Medan, turut dalam kegiatan wawancara bersama Kompas TV.

Dalam kegiatan tersebut, Djarot dan Sihar ditantang untuk bermain games oleh pembawa acara untuk menguji kekompakan mereka. “Apa kata yang anda berdua pikirkan ketika mendengar kata money politic dalam Pilgubsu 2018 ini?” tanya Bayu Sutiyono, presenter Kompas TV.

Keduanya menuliskan jawaban pada selembar kertas dengan dialasi sebuah papan ujian, Sihar yang selesai lebih dahulu menyerahkan hasil jawabannya kepada presenter. Ternyata Sihar menuliskan kata “dilarang” dan Djarot menuliskan kata “ditolak” untuk pertanyaan tersebut. Presenter dan juga relawan yang menyaksikan kegiatan tersebut sepakat bahwa Djarot-Sihar cukup kompak untuk memimpin Sumatera Utara.

Kemudian presenter juga menguji kemampuan bahasa batak Djarot yang berasal dari suku Jawa. “Pak Djarot, apa artinya mulak tu huta?” ujar Bayu. “Pulang kampung,” ucap Djarot. Sang presenter menanyakan jawaban tersebut kepada Sihar, dan hasilnya jawaban Djarot benar.

Hal ini juga mengundang tawa Sihar, ia sangat kagum dengan kemampuan Djarot yang begitu cepat mempelajari bahasa termasuk Bahasa Batak sebagai salah satu bahasa Sumatera Utara. “Sudah pas kan untuk memimpin Sumatera Utara?” lempar Sihar kepada penonton.

Jawaban tersebut juga mengundang tepuk tangan dari para penonton yang juga merupakan relawan Djarot-Sihar.  Mereka tidak menyangka Djarot dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan tepat. Kepada mereka Djarot berpesan agar menjaga ketentraman hati menuju Pilgubsu 2018.

“Untuk warga Sumut, saya berpesan mari kita songsong Pilkada 2018 dengan hati yang penuh kedamaian, mari kita buat Pilgubsu menjadi alat untuk mempererat hubungan persaudaraan. Hindari ujaran kebencian, hoax, kita bersaing secara sehat untuk Sumut Hebat,” ujar Djarot.

Sihar yang mendampingi Djarot berharap angka golput pada Pilgubsu 2018 kali ini menjadi kecil. “Kalau perlu golput tidak ada di Sumut, mari kita jadi bagian dari perubahan Sumut. Kita ramai-ramai ke TPS untuk memilih yang mampu perubahan,” ujar Sihar.