Sejatinya seorang pemimpin harus mampu mengetahui masalah-masalah mendasar yang terjadi pada warganya. Salah satu masalah yang paling penting untuk disoroti adalah mengenai kesejahteraan. Pada hakikatnya, kesejahteraan akan berkesinambungan dengan kesehatan dan saat ini Indonesia khususnya Sumatera Utara masih mengalami masalah mengenai hal ini.

Menyoroti hal itu, pada Debat Publik Kedua Pilgub Sumatera Utara, Sabtu (12/05) Djarot Saiful Hidayat, paslon nomor urut dua menanyai mengenai salah satu masalah kesehatan di Sumatera Utara kepada lawannya Edy Rahmayadi pada sesi keempat, yakni perihal stunting.

“Pak Edy yang saya hormati, masalah stunting menjadi persoalan yang mendapatkan perhatian. Di Sumatera Utara, dulu masuk stunting yang cukup tinggi. Lebih dari 59%, sekarang sudah turun 16,5%. Bagaimana upaya bapak sebagai Calon Gubernur untuk menekan kembali angka stunting di Sumatera Utara untuk generasi yang akan datang. Yang kedua bagaimana mengenali sumber-sumber penyebab stunting ini?”, tanya Djarot.

Tak diduga, Edy ternyata tidak mengenal istilah stunting dan meminta Djarot menjelaskan mengenai hal ini kepada dirinya. “Terimakasih Pak Djarot, saya belum mengetahui stunting  ini. Jadi nanti kalau saya jawab stunting ini, kenapa harus pakai istilah yang sulit-sulit. Jelaskan dulu nanti pasti akan saya jawab. Dan saya tidak bisa menjawab apa itu stunting, karena saya tidak mengerti apa itu stunting,” aku Edy.

Djarot lantas menjelaskan kepada Edy bahwa masalah stunting merupakan sebuah masalah yang krusial di Sumatera Utara. “Stunting itu gagal tumbuh kembang, yang menyebabkan seorang anak itu cebol. Bukan hanya gagal tumbuh kembang, otaknya juga berpengaruh menjadi lebih rendah,” jelas Djarot.

Pasangan Sihar Sitorus itu juga menjelaskan penyebab stunting adalah ketika seorang anak memasuki golden age, atau sekitar 1000 hari, sang anak tidak mendapat pengasuhan yang baik. Djarot bahkan memberikan solusi untuk masalah ini.

“Jadi yang harus kita lakukan adalah membangun posyandu-posyandu sebanyak mungkin, sampai dengan tingkat lingkungan di dalam mengawasi kelahiran bayi ini. Dengan cara seperti itu, saya yakin dengan memberikan gizi yang baik kepada anak-anak kita, sehingga anak-anak kita cerdas badannya sehat,” tambah Djarot.

Edy yang mendapatkan kesempatan untuk memberikan tanggapan mengaku telah mengerti masalah stunting setelah dijelaskan oleh Djarot. “Kalau dibilang begitu kan saya langsung tahu itu, sayangnya saya tak tahu susah saya menjawab,” ujar Edy.

Edy menjelaskan bahwa nantinya mereka akan membuat bidan siaga, perawat siaga, ambulan siaga, lalu mobil jenazah siaga untuk masalah stunting ini. “Kalau itu memang kami sudah membuatkan rencana. Ada di situ bidan siaga, ada perawat siaga, ada ambulan siaga. Kita sampaikan bahkan nanti ada mobil jenazah siaga. Setiap ada di tingkat kabupaten bahkan tingkat kecamatan untuk mengatasi yang disebut tadi stunting,” terang Edy.